Langsung ke konten utama

Terjemah Kitab Mabadi' Fiqib Juz 3 (SUNNAH-SUNNAH SHALAT)

Sunnah-sunnah shalat sebelum memualinya:
  1. Azan, untuk shalat fardhu, baik disaat bepergian atau menetap sesudah masuknya waktu shalat, kecuali shubuh, karema shalat subuh itu disunnahkan memakai dua adzan. Azan pertama dipertengahan malam, sedang azan kedua setelah menyingsingnya fajar shadiq yang berarti shalat subuh sudah masuk.
  2. Iqamah, yang langsung disambung dengan mengerjakan shalat.
  3. Bersiwak disunnahkan untuk segala waktu, kecuali waktu sesudah tergelincirnya matahari bagi orang yang berpuasa.
  4. Meletakkan sutra (sajadah) agar jangan ada orang berjalan dimuka orang yang sedang shalat.
Sunnah-Sunnah shalat setelah berada dalam keadaan shalat; itu ada 2 macam, yaitu
  1. Sunnah Ab'ad
  2. Sunnah Hai'at
yang termasuk sunnah Ab'adnya shalat ada 7 hal, barang siapa meninggalkan salah satu dari padanya maka hendaklah melakukan sujud sahwi (sujud karena lupa):
  1. Duduk tahiyat awal
  2. Membaca tasyahud diwaktu duduk tahiyat awal
  3. Membaca shalawat atas Nabi Muhammad saw di waktu duduk tahiyat awal
  4. Membaca shalawat yang ditujukan kepada keluarga Nabi dalam tasyahhud akhir
  5. Membaca qunut diwaktu shalat subuh dan diwaktu melakukan shalat sunnah witir setengah pertengahan yang akhir dari bulan ramadhan
  6. Membaca Qunut dengan berdiri
  7. Membaca shalawat atas Nabi Muhamamd SAW juga atas selurug keluarga serta para shabatnya dalam qunut
Sujud sahwi adalah sujud dua kali sesudah tasyahud akhir sebelum mengucapkan salam.
sebab-sebab sujud sahwi:
  1. Dikarenakan meninggalkan sebagian dari ab'adnya shalat.
  2. Melakukan sesuatu karena lupa, andaikan disengaha sudah tentu membatalkan shalat, misalnya: berbicara hanya sedikit dan pula disebabkan lupa
  3. Ragu-ragu dalam raka'atnya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENGEMBANGAN ALAT PENILAIAN KEGIATAN / PEMBELAJARAN DI TK - Konsep Dasar Penilaian, Prosedur, Jenis, dan Alat Penialaian TK

 

Khulashoh Nurul Yaqin Juz 1 (Pelajaran 2) NASAB DAN WAFATNYA AYAH RASULULLAH SAW

-1- Ayah Rasul: Abdullah bin Abdul Mutholib bin Abdi Manaf bin Qusay bin Kilab. -2- Ibu Rasul: Aminah bin Wahab bin Abdi Manaf bin Zuhroh bin Kilab. -3- Nasab ibu dan ayah Rasul bertemu pada kakk rasul yang kelima yaitu Kilab. -4- Ayah Rasul wafat ketika Rasul masih di dalam kandungan, dan usia ayah Rasul pada waktu itu 18 tahun, dan dimakamkan di kota Madinah, dan orang tuanya tidak meninggalkan harta untuk Rasul. SOAL Siapakah nasab Rasul dari arah ayahnya? Siapakah nasab Rasul dari arah ibunya? Pada kakek siapa nasab Ibu dan Ayah bertemu? Kapan ayah Rasul wafat? Dimakamkan di mana ayah Rasul? RINGKASAN Ayah Rasul bernama Abdullan bin Abdul Mutholib, dan Ibu beliau Aminah binti Wahab. Nasab Ibu dan Ayah Rasul bertemu pada kakeknya yang kelima. Ayah Rasul meninggal ketika Rasul masih di dalam kandungan.

Terjemah Mabadi' Fiqih Juz 1 (2)

S: Apa niat wudhu' itu? J: Niat wudhu' yaitu: Saya berniat menghilangkan hadats kecil. ----------------------------------------------------------------------------------------------- S: Apa Hadats 1  kecil itu? J: Yaitu sesuatu sesuatu yang menyebabkan batalnya wudhu'. 1. Hadats yaitu sesuatu yang timbul pada diri seteleh mengalami perkara yang membatalkan wudhu'. ----------------------------------------------------------------------------------------------- S: Apa perkara yang membatalkan wudhu? J: Hal-hal yang membatalkan wudhu ada 5: 1) Keluarnya sesuatu dari kedua lubang, 2) Hilangnya akal, 3) Tidur, 4) Menyentuh perempuan yang bukan muhrim, 5) Menyentuh qubul atau dubur dengan menggunakan telapak tangan. ----------------------------------------------------------------------------------------------- S: Siapa itu perempuan yang bukan muhrim? J: Perempuan yang bukan muhrim yaitu perempuan yang haram untuk dinikahi karena sebab nasab, atau sepe...