Langsung ke konten utama

Akhlak Lil Banat Juz 1 Bab 39. NAFISAH DAN IBUNYA

Ketika nafisah berusia 6 tahun: Ibunya menyuruhnya untuk belajar di salah satu Sekolah islam untuk anak perempuan, Nafisah pun menolak dan berkata: Apa manfaat dari sekolah ibu? lebih baik: jika saya disini di rumah, saya bermain dengan boneka dan gambar ku, ibunya pun menjawab dan berkata, kemiskinan untukmu anak perempuanku, sesungguhnya ketika engkau mengerti tentang manfaatnya madrasah karena sesungguhnya kamu itu masi kecil maka tidak mendengarkan nasehatku.

Ditetapkan untuk mu berangkat ke sekolah setiap hari: agar kamu mengetahui tentang kewajiban-kewajibanmu kepada Allah, kepada kedua orang tuamu dan kepada semua orang, agar kamu berbudi pekerti dengan budi pekerti yang bagus, mengetahui ilmu-ilmu yang bermanfaat, yang menyiapkan Nafisah dengan ilmu yang bermanfaat di dunia dan akhirat. Nabi Muhammad bersabda: Menuntut ilmu itu diwajibkan bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan.

Dan mengertilah kamu waktu yang mencukupi untuk kalian belajar adalah: dimulai dari sekarang, maka bersungguh-sungguhnya dalam menuntut ilmu, jangan sia-siakan waktu kalian, atau kalian akan menyesal di masa depan kalian, yang menyesal itu tidak ada gunanya, seperti perempuan-perempuan yang bodoh-bodoh yang tidak belajar ketika masih kecil, maka dia menyesal dengan penyesalan yang sangat besar.

setelah Nafisah mendengarka nasihat dari ibunya: maka nafisah berangkat ke sekolah dengan gembira, dan menetapkan dirinya untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan giat, sehingga suatu hari dia termasuk sebaik-baik murid dengan budi pekerti, dan murid yang mengerti dengan pelajaran dan mejadi murid yang disayangi guru.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Akhlak Lil Banat juz 1 Bab 40. NASIHAT UMUM (1)

-1- Wahai anak perempuan yang cerdas: ketika kalian menuntun sesuatu kepada seseorang, terlebih kepada ibu kalian, maka janganlah kalian berkata kepada ibu kalian: Berikan aku ini, lakukan seperti ini. Tetapi lakukanlah seperti dengan tata makerama, dan ucapkan: silahkan ibu, atau silahkan melakukan ini, kemudian berterima kasihlah kalian kepada ibu kalian atas bantuan dari nya, dengan berkata: Terima kasih, atau terima kasih banyak. atau: Allah akan membalas kebaikanmu. -2- Ketika seseorang berkata kepada kalian, maka dengarkanlah dengan sesama, dan jangan memutus perkatannya, tetapi tunggulah sampai dia selesai berbicara, ketika seseorang datang kepada kalian dengan perkataan atau cerita bersungguh-sungguhlah dalam mendengarkannya, jangan berkata kepada dia: sesungguhnya saya sudah mendengarkan cerita ini, agar hati orang tersebut tidak sakit. -3- Selalu jagalah kebersihan gigi kalian, seperti menggunakan siwak atau sikat gigi setiap hari apa lagi setelah makan sehingga gigi...

PENGEMBANGAN ALAT PENILAIAN KEGIATAN / PEMBELAJARAN DI TK - Konsep Dasar Penilaian, Prosedur, Jenis, dan Alat Penialaian TK

 

Khulashoh Nurul Yaqin Juz 1 (Pelajaran 2) NASAB DAN WAFATNYA AYAH RASULULLAH SAW

-1- Ayah Rasul: Abdullah bin Abdul Mutholib bin Abdi Manaf bin Qusay bin Kilab. -2- Ibu Rasul: Aminah bin Wahab bin Abdi Manaf bin Zuhroh bin Kilab. -3- Nasab ibu dan ayah Rasul bertemu pada kakk rasul yang kelima yaitu Kilab. -4- Ayah Rasul wafat ketika Rasul masih di dalam kandungan, dan usia ayah Rasul pada waktu itu 18 tahun, dan dimakamkan di kota Madinah, dan orang tuanya tidak meninggalkan harta untuk Rasul. SOAL Siapakah nasab Rasul dari arah ayahnya? Siapakah nasab Rasul dari arah ibunya? Pada kakek siapa nasab Ibu dan Ayah bertemu? Kapan ayah Rasul wafat? Dimakamkan di mana ayah Rasul? RINGKASAN Ayah Rasul bernama Abdullan bin Abdul Mutholib, dan Ibu beliau Aminah binti Wahab. Nasab Ibu dan Ayah Rasul bertemu pada kakeknya yang kelima. Ayah Rasul meninggal ketika Rasul masih di dalam kandungan.