Langsung ke konten utama

Akhlak Lil Banat Juz 1 Bab 30. ADAB KETIKA BERJALAN DI JALAN

-1- Sebaiknya bagi murid perempuan untuk memilih jalan yang lebih dekat dan yang lebih ama, dan wajib bagi murid perempuan untuk berjalan lurus: tidak menoleh ke kanan atau ke kiri tanpa ada hajat, dan tidak melalukan tingkah polah yang tidak pantas untuk seorang murid perempuan, tidak boleh berjalan terlalu cepat atau terlalu lambat, tidak boleh makan atau bernyanyi, atau membaca bukunya ketika berjalan.

-2- Harus menghindari tempat yang licin dan juga kotor, agar tidak terjatuh, atau menjadi kotor pakaian dan sepatunya, menghindari berdesakan, sehingga tidak bertabrakan dengan seseorang, atau kehilangan barang-barangnya, berjalannya disebelah kanan agar selamat dari tabrakan dengan kendaraan, tidak berhenti ketika berjalan untuk melihat toko dan hal-hal yang di temukan di toko, tidak melotok ketika melihat jendela-jendela, pintu-pintu dan orang-orang yang lewat, tidak berhenti di salah satu temannya untuk berbincang-bincang yang tidak ada faedahnya.

-3- Ketika bertemu dengan perempuan yang renta atau buta: maka bantulah ketika mampu, ketika berjalan dengan temannya: makan jangan bercanda dengan mereka atau mengeraskan suara ketika berbicara atau tertawa, dan sebaiknya taaku ketika menghina-hina seseorang, atau mengeraskan suara kepada seseorang, karena semua itu tadi termasuk kebiasaan yang jelek yang melanggar rasa malu dan tata kerama.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENGEMBANGAN ALAT PENILAIAN KEGIATAN / PEMBELAJARAN DI TK - Konsep Dasar Penilaian, Prosedur, Jenis, dan Alat Penialaian TK

 

Terjemah Mabadi' Fiqih Juz 1 (2)

S: Apa niat wudhu' itu? J: Niat wudhu' yaitu: Saya berniat menghilangkan hadats kecil. ----------------------------------------------------------------------------------------------- S: Apa Hadats 1  kecil itu? J: Yaitu sesuatu sesuatu yang menyebabkan batalnya wudhu'. 1. Hadats yaitu sesuatu yang timbul pada diri seteleh mengalami perkara yang membatalkan wudhu'. ----------------------------------------------------------------------------------------------- S: Apa perkara yang membatalkan wudhu? J: Hal-hal yang membatalkan wudhu ada 5: 1) Keluarnya sesuatu dari kedua lubang, 2) Hilangnya akal, 3) Tidur, 4) Menyentuh perempuan yang bukan muhrim, 5) Menyentuh qubul atau dubur dengan menggunakan telapak tangan. ----------------------------------------------------------------------------------------------- S: Siapa itu perempuan yang bukan muhrim? J: Perempuan yang bukan muhrim yaitu perempuan yang haram untuk dinikahi karena sebab nasab, atau sepe...

Khulashoh Nurul Yaqin Juz 1 (Pelajaran 2) NASAB DAN WAFATNYA AYAH RASULULLAH SAW

-1- Ayah Rasul: Abdullah bin Abdul Mutholib bin Abdi Manaf bin Qusay bin Kilab. -2- Ibu Rasul: Aminah bin Wahab bin Abdi Manaf bin Zuhroh bin Kilab. -3- Nasab ibu dan ayah Rasul bertemu pada kakk rasul yang kelima yaitu Kilab. -4- Ayah Rasul wafat ketika Rasul masih di dalam kandungan, dan usia ayah Rasul pada waktu itu 18 tahun, dan dimakamkan di kota Madinah, dan orang tuanya tidak meninggalkan harta untuk Rasul. SOAL Siapakah nasab Rasul dari arah ayahnya? Siapakah nasab Rasul dari arah ibunya? Pada kakek siapa nasab Ibu dan Ayah bertemu? Kapan ayah Rasul wafat? Dimakamkan di mana ayah Rasul? RINGKASAN Ayah Rasul bernama Abdullan bin Abdul Mutholib, dan Ibu beliau Aminah binti Wahab. Nasab Ibu dan Ayah Rasul bertemu pada kakeknya yang kelima. Ayah Rasul meninggal ketika Rasul masih di dalam kandungan.