Langsung ke konten utama

Akhlah Lil Banat Juz 1 Bab 27. AKHLAK ANAK PEREMPUAN TERHADAP TETANGGANYA

-1- Diwajibkan atas kalian untuk mencintai tetangga kalian, dan memulyakan mereka, dan jangan menyakiti mereka seperti memaki mereka, menghina merena, mengeraskan suara ketika ketika tetangga kalian sedang tidur, melempari rumah tetangga kalian, atau mengotori halaman atau tembok rumah tetangga kalian. Dalam sebuah hadits: "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan kepada hari akhir, janganlah menyakiti tetangga kalian".

-2- Ketika kalian menghadapi anak-anak tetangga kalian, maka awalilah dengan mengucapkan salam, tersenyumlah dihadapan mereka, dan bermainlah bersama mereka, tetapi jagalah kalian dari ermusuhan dengan seseorang dari anak-anak tetangga kalian. Ketika salah satu diantara anak-anak mereka tidak datang maka tanyakanlah, ketika salah satunya sakit maka jenguklah, ketika ibu kalian memberi kalian makanan atau buah-buahan kemudian tetangga kalian datang, maka janganlah kalian lupa untuk memakan buah-buahan tersebut bersama tetangga kalian.

-3- Dengarkanlah cerita tentang Salmadan pembantunya, contohlah salma, sehingga kalian menjadi salah satu orang yang mulya dan dimulyakan di antara manusia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Akhlak Lil Banat juz 1 Bab 40. NASIHAT UMUM (1)

-1- Wahai anak perempuan yang cerdas: ketika kalian menuntun sesuatu kepada seseorang, terlebih kepada ibu kalian, maka janganlah kalian berkata kepada ibu kalian: Berikan aku ini, lakukan seperti ini. Tetapi lakukanlah seperti dengan tata makerama, dan ucapkan: silahkan ibu, atau silahkan melakukan ini, kemudian berterima kasihlah kalian kepada ibu kalian atas bantuan dari nya, dengan berkata: Terima kasih, atau terima kasih banyak. atau: Allah akan membalas kebaikanmu. -2- Ketika seseorang berkata kepada kalian, maka dengarkanlah dengan sesama, dan jangan memutus perkatannya, tetapi tunggulah sampai dia selesai berbicara, ketika seseorang datang kepada kalian dengan perkataan atau cerita bersungguh-sungguhlah dalam mendengarkannya, jangan berkata kepada dia: sesungguhnya saya sudah mendengarkan cerita ini, agar hati orang tersebut tidak sakit. -3- Selalu jagalah kebersihan gigi kalian, seperti menggunakan siwak atau sikat gigi setiap hari apa lagi setelah makan sehingga gigi...

PENGEMBANGAN ALAT PENILAIAN KEGIATAN / PEMBELAJARAN DI TK - Konsep Dasar Penilaian, Prosedur, Jenis, dan Alat Penialaian TK

 

Khulashoh Nurul Yaqin Juz 1 (Pelajaran 2) NASAB DAN WAFATNYA AYAH RASULULLAH SAW

-1- Ayah Rasul: Abdullah bin Abdul Mutholib bin Abdi Manaf bin Qusay bin Kilab. -2- Ibu Rasul: Aminah bin Wahab bin Abdi Manaf bin Zuhroh bin Kilab. -3- Nasab ibu dan ayah Rasul bertemu pada kakk rasul yang kelima yaitu Kilab. -4- Ayah Rasul wafat ketika Rasul masih di dalam kandungan, dan usia ayah Rasul pada waktu itu 18 tahun, dan dimakamkan di kota Madinah, dan orang tuanya tidak meninggalkan harta untuk Rasul. SOAL Siapakah nasab Rasul dari arah ayahnya? Siapakah nasab Rasul dari arah ibunya? Pada kakek siapa nasab Ibu dan Ayah bertemu? Kapan ayah Rasul wafat? Dimakamkan di mana ayah Rasul? RINGKASAN Ayah Rasul bernama Abdullan bin Abdul Mutholib, dan Ibu beliau Aminah binti Wahab. Nasab Ibu dan Ayah Rasul bertemu pada kakeknya yang kelima. Ayah Rasul meninggal ketika Rasul masih di dalam kandungan.