Langsung ke konten utama

Akhlak Lil Banat Juz 1 Bab 8. APA KEWAJIBAN KALIAN TERHADAP NABI KALIAN?


1.    Ketahuilah bahwa sesungguhnya diwajibkan kepada kalian semua untuk mengagungkan Allah yang Maha Suci dan Maha Agung, juga diwajibkan atas kalian semua untuk mengagungkan Nabi kita dan memenuhi hati kita dengan cinta kepada Nabi kita sehingga kita mencintainya melebihi cinta kita kepada orang tua kita dan pada diri kita sendiri karena sesungguhnya Nabi lah yang telah mengajarkan kita agama Islam, dan yang menyebabkan kita mengetahui siapa tuhan kita sesungguhnya, dan yang telah membedakan antara perkara yang halal dan yang haram. Di dalam sebuah hadits:
لَايُؤْمِنُ اَحَدُكُمْ حَتًّى اَكُوْنَ اَحَبَّ اِلَيْهِ مِنْ وَلَدِهِ وَوَالِدِهِ وَالنَّاسِ اَجْمَعِيْنَ
Tidak ada iman diantara kalian sehingga aku lebih dicintai dari pada anak atau orang tua kalian semua, dan seluruh umat manusia

2.   Tanda-tanda apabila kalian mencintai tuhan kalian: yaitu kalian mencintai nabi kalian dan taat kenaba Nabi kalian. Seperti dalam firman Allah:
قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْ نَ  اللهَ  فَاتَّبِعُوْنِى يُحْبِبْكُمُ الله
Katakanlah wahai Muhammad, apabila kalian semua mencintai Allah maka taatlah kalian semua, maka Allah akan mencintai kalian semua.
maka beramallah kalian semua seperti nasihat Nabi karena semua nasihat Nabi adalah pentunjuk, petunjuk bagi manusia dalam kebaikan, dan menjauhlah kalian semua dari perkara kejelekan, maka akan datang kepada kalian kebahagiaan. Ikutilah akhlak nabi karena budi pekerti Nabi adalah akhlak yang baik. Sesungguhnya Allah telah memuji Nabi seperti pada firman-Nya:
وَاِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيْمٍ
Sesungguhnya engkau (Muhammad) adalah tetap dalam budi pekerti yang baik
Dan dalam sebuah hadits:
اَدَّبَنِى رَبِّى فَاَحْسَنَ تَأْدِيْبِيْ
Tuhan kalian yang menciptakan kalian, dan menjadikannya bagus


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Akhlak Lil Banat juz 1 Bab 40. NASIHAT UMUM (1)

-1- Wahai anak perempuan yang cerdas: ketika kalian menuntun sesuatu kepada seseorang, terlebih kepada ibu kalian, maka janganlah kalian berkata kepada ibu kalian: Berikan aku ini, lakukan seperti ini. Tetapi lakukanlah seperti dengan tata makerama, dan ucapkan: silahkan ibu, atau silahkan melakukan ini, kemudian berterima kasihlah kalian kepada ibu kalian atas bantuan dari nya, dengan berkata: Terima kasih, atau terima kasih banyak. atau: Allah akan membalas kebaikanmu. -2- Ketika seseorang berkata kepada kalian, maka dengarkanlah dengan sesama, dan jangan memutus perkatannya, tetapi tunggulah sampai dia selesai berbicara, ketika seseorang datang kepada kalian dengan perkataan atau cerita bersungguh-sungguhlah dalam mendengarkannya, jangan berkata kepada dia: sesungguhnya saya sudah mendengarkan cerita ini, agar hati orang tersebut tidak sakit. -3- Selalu jagalah kebersihan gigi kalian, seperti menggunakan siwak atau sikat gigi setiap hari apa lagi setelah makan sehingga gigi...

PENGEMBANGAN ALAT PENILAIAN KEGIATAN / PEMBELAJARAN DI TK - Konsep Dasar Penilaian, Prosedur, Jenis, dan Alat Penialaian TK

 

Khulashoh Nurul Yaqin Juz 1 (Pelajaran 2) NASAB DAN WAFATNYA AYAH RASULULLAH SAW

-1- Ayah Rasul: Abdullah bin Abdul Mutholib bin Abdi Manaf bin Qusay bin Kilab. -2- Ibu Rasul: Aminah bin Wahab bin Abdi Manaf bin Zuhroh bin Kilab. -3- Nasab ibu dan ayah Rasul bertemu pada kakk rasul yang kelima yaitu Kilab. -4- Ayah Rasul wafat ketika Rasul masih di dalam kandungan, dan usia ayah Rasul pada waktu itu 18 tahun, dan dimakamkan di kota Madinah, dan orang tuanya tidak meninggalkan harta untuk Rasul. SOAL Siapakah nasab Rasul dari arah ayahnya? Siapakah nasab Rasul dari arah ibunya? Pada kakek siapa nasab Ibu dan Ayah bertemu? Kapan ayah Rasul wafat? Dimakamkan di mana ayah Rasul? RINGKASAN Ayah Rasul bernama Abdullan bin Abdul Mutholib, dan Ibu beliau Aminah binti Wahab. Nasab Ibu dan Ayah Rasul bertemu pada kakeknya yang kelima. Ayah Rasul meninggal ketika Rasul masih di dalam kandungan.