Langsung ke konten utama

BAB II Anak Perempuan Yang Memiliki Akhlak البنت الاديبة

1. Anak perempuan yang memiliki akhlak itu anak perempuan yang memuliakan orang tuanya, guru-gurunya, saudara (laki laki dan perempuan) yang lebih tua darinya, dan mencintai saudara (laki-laki dan perempuan) yang lebih mudah darinya, serta semua orang yg lebih mudah darinya.

2. Dia Jujur dalam ucapanya, rendah diri (tawaddu) kepada teman (perempuan) lainnya. Dia tidak heran dengan dirimya dan sabar dalam menghadapi penyakit. Dia tidak suka mengeluh dan mengadu, tidak suka memutuskan hubungan dengan teman (wanita) lainnya. Dia malu dalam mengerjakan perbuatan yang menurut umum jelek walaupun sedang sendirian, karena sesungguhnya dia khawatir atau takut kepada Allah. Dan dia selalu mendengarkan nasihat-nasihat orang tua dan guru-gurunya. Dan dia pendiam dalam setiap tingkah lakunya seperti ketika makab, berjalan, berbicara, ataupun sedang tidur.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENGEMBANGAN ALAT PENILAIAN KEGIATAN / PEMBELAJARAN DI TK - Konsep Dasar Penilaian, Prosedur, Jenis, dan Alat Penialaian TK

 

Terjemah Mabadi' Fiqih Juz 1 (2)

S: Apa niat wudhu' itu? J: Niat wudhu' yaitu: Saya berniat menghilangkan hadats kecil. ----------------------------------------------------------------------------------------------- S: Apa Hadats 1  kecil itu? J: Yaitu sesuatu sesuatu yang menyebabkan batalnya wudhu'. 1. Hadats yaitu sesuatu yang timbul pada diri seteleh mengalami perkara yang membatalkan wudhu'. ----------------------------------------------------------------------------------------------- S: Apa perkara yang membatalkan wudhu? J: Hal-hal yang membatalkan wudhu ada 5: 1) Keluarnya sesuatu dari kedua lubang, 2) Hilangnya akal, 3) Tidur, 4) Menyentuh perempuan yang bukan muhrim, 5) Menyentuh qubul atau dubur dengan menggunakan telapak tangan. ----------------------------------------------------------------------------------------------- S: Siapa itu perempuan yang bukan muhrim? J: Perempuan yang bukan muhrim yaitu perempuan yang haram untuk dinikahi karena sebab nasab, atau sepe...

Khulashoh Nurul Yaqin Juz 1 (Pelajaran 2) NASAB DAN WAFATNYA AYAH RASULULLAH SAW

-1- Ayah Rasul: Abdullah bin Abdul Mutholib bin Abdi Manaf bin Qusay bin Kilab. -2- Ibu Rasul: Aminah bin Wahab bin Abdi Manaf bin Zuhroh bin Kilab. -3- Nasab ibu dan ayah Rasul bertemu pada kakk rasul yang kelima yaitu Kilab. -4- Ayah Rasul wafat ketika Rasul masih di dalam kandungan, dan usia ayah Rasul pada waktu itu 18 tahun, dan dimakamkan di kota Madinah, dan orang tuanya tidak meninggalkan harta untuk Rasul. SOAL Siapakah nasab Rasul dari arah ayahnya? Siapakah nasab Rasul dari arah ibunya? Pada kakek siapa nasab Ibu dan Ayah bertemu? Kapan ayah Rasul wafat? Dimakamkan di mana ayah Rasul? RINGKASAN Ayah Rasul bernama Abdullan bin Abdul Mutholib, dan Ibu beliau Aminah binti Wahab. Nasab Ibu dan Ayah Rasul bertemu pada kakeknya yang kelima. Ayah Rasul meninggal ketika Rasul masih di dalam kandungan.